Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka

Model ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction), dikembangkan oleh Keller dan Kopp (1987) sebagai jawaban pertanyaan bagaimana merancang pembelajaran yang dapat mempengaruhi motivasi berprestasi dan hasil belajar. Model pembelajaran ini dikembangkan berdasarkan teori nilai harapan (expectancy value theory) yang mengandung dua komponen yaitu nilai (value) dari tujuan yang akan dicapai dan harapan (expectancy) agar berhasil mencapai tujuan itu. Dari dua komponen tersebut oleh Keller dikembangkan menjadi empat komponen. Keempat komponen model pembelajaran itu adalah Attention,Relevance, Confidence dan Satisfaction dengan akronim ARCS (Keller dan Kopp, 1987: 289-319).

Dalam proses belajar dan pembelajaran ke empat kondisi motivasional tersebut sangat penting dipraktekan untuk terus dijaga sehingga motivasi siswa terpelihara selama proses belajar dan pembelajaran berlangsung.

Saatnya berfikir BEBAS namun BENAR

Pada Seminar tentang Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka,  yang diadakan hari ini di Auditorium baru Universitas Indonesia, selain menghadirkan Prof. Eko yang menjelaskan tentang bagaimana mengelola dan merancang kampus merdeka dengan studi kasus di kampus Pradita Institut BSD, hadir pula Prof Nizam, Dirjen Dikti menjelaskan tentang apa itu merdeka belajar dan kampus merdeka. ringkasannya adalah sebagai berikut :

Asisten Penelitian, Asisten Lab, Asisten Dosen, Project Dosen, Penelitian Dosen,  biasanya dikerjakan dengan bantuan mahasiswa, dengan honor yang tidak layak. (: mengapa mereka tidak diberikan SKS karena telah terjadi proses pembelajaran? selama mahasiswa menjadi asisten justru telah terjadi proses pembelajaran sesungguhnya, meliputi : analisis yang sesungguhnya, kompetensi yang didapat adalah kompetensi yang sesungguhnya.

wirausaha, start-up, biasanya dilakukan setelah lulus kuliah,  itu merupakan hal yang  salah, mahasiswa yang berminat mengelola start-up, mengapa tidak saat kuliah di fasilitasi? proses mengelola star-up melalui komunikasi, marketing, mengelola tim, mengelola uang, sumber dana, pemasaran, itu merupakan proses pembelajaran sesungguhnya dalam matakuliah wirausaha. kalau cuma bisnis plan, belum tentu bisa mengelola start-up.

Program Pengabdian pada Masyarakat, tentang kemanusiaan, biasanya dilakukan dalam skala kecil seperti dalam kelurahan, kecamatan, segala macam aspek kehidupan sosial bisa dikelola dengan skala besar, jika jumlah mahasiswa yang terlibat banyak, sehingga dapat menimbulkan dampak yang sangat luar biasa. apalagi jika seluruh kampus terlibat.

Project Independen, mahasiswa pagi sampai sore kuliah, kembali ke kamus setelah isya, sampai subuh mereka berada di workshop kampus, dalam satu tim bisa 20-30 mahasiswa, dengan beragam prodi, membuat suatu project. mereka merupakan mahasiswa-mahasiwa tangguh yang sesungguhnya, project tersebut dalam rangka mengikuti lomba dan bisa berkembang ditingkat internasiol, dengan kerja siang malam, mahasiswa mencari sponsor pendanaan sendiri, mahasiswa tangguh, merancang ,menguji materi, mengimpor komponen, mengelola tim work lintas prodi, tetapi tidak ada sks alias sks  NOL karena memang tidak ada dalam kurikulum kampus atau kurikulum prodi, apalagi dalam pddikti.

mahasiswa tangguh, produktif, problem solver, enterprener, harus difasilitasi itulah proses pembelajaran yang sesungguhnya telah terjadi dalam merdeka belajar dalam kamus merdeka, mahasiswa bisa memilih matakuliah yang menjadi peminatannya, matakuliah peminatan harus diperbanyak.

fokus kampus merdeka adalah bagaimana membangun learning outcome, fokus pada learning outcame, bagaimana membangun learning outcame mahasiswa dalam satu rangkain  antara industi, pemerintah, kampus, jejaring alumni, stackcholder, menjadi suatu senergi ..

mahasiswa magang, dengan program magang yang telah dilakukan oleh seorang mahasiswa, maka mahasiswa akan menambah kompetensinya, kampus dan industri merancangan program magang, Industri merupakan laboratorium hidup. bentuk ragam magang yang dapat dilakukan antara kampus dengan industri meliputi :

  1. Tugas, UTS atau UAS dari industri
  2. Terlibat dalam managemen Project
  3. Mini Survei dan Penelitian
  4. Desain atau rancang bangun Prototype
  5. Implementasi teori dan konsep keilmuan
  6. Jadi karyawan kontrak paruh waktu

patut direnungkan oleh para pengelola Program Studi :

Apakah Tujuan Pendidikan?

  1. Menghasilkan manusia siap pakai?
  2. Menghasilkan profesional siap kerja?
  3. Menghasilkan entrepreneur siap wiraswasta?
  4. Menghasilkan ilmu-ilmu dasar baru?
  5. Menghasilkan ragam ilmu terapan inovatif?
  6. Menghasilkan karya-karya teknologi tepat guna?
  7. Menghasilkan manusia cerdas yang kreatif?
  8. Menghasilkan insan berakhlak mulia?
  9. atau APA ???

Setiap kampus BEBAS memilih tujuannya?

Apakah GARANSI tujuan pendidikan tinggi tercapai?

Apakah hasil Keluaran tercapai?

  1.  Manusia profesional: dilahirkan setiap kali wisuda dilaksanakan
  2. Ilmu pengetahuan: dilahirkan mahasiswa selama proses pembelajaran hingga tugas akhir, dan oleh dosen selama kampus beroperasi
  3. Produk inovatif: dilahirkan mahasiswa selama proses pembelajaran hingga tugas akhir, oleh dosen selama kampus beroperasi, dan oleh alumni ketika berkarya di lapangan/dunia nyata

Proses setelah membuat program dan kurikulum yang solid dan sesuai dengan misi
• Tetapkan JENIS pendidikannya • Ikuti ATURAN regulasinya • Kuatkan SUMBER DAYA kampus • Cari AKREDITASI yang sesuai

Matakuliah Sebagai atom Pembelajaran

Dosen memastikan tersedianya:

  1.  satu halaman eksekutif mengenai ringkasan desain pembelajaran
  2. people, process, dan tools yang sesuai dengan kebutuhan
  3. strategi evaluasi yang kredibel, terpercaya, dan berkualitas
  4. tempat untuk magang sambil belajar di berbagai tempat

Dosen sebagai arsitek proses pembelajaran

  1. Belajar cyber pedagogy
  2. Punya tandem industri
  3. Jadi coaching aktif
  4. Undang dosen tamu
  5. Siapkan mini expo

Mahasiswa sebagai pusat pembelajaran

  1. Mengumpulkan kum
  2. Belanja transfer kredit
  3. Ambil kuliah MOOC
  4. Pameran artifak karya
  5. Aktif sertifikasi

Portofolio ragam transfer kredit bagi mahasiswa

  1. Hasilkan professional grad
  2. Aktif memperkaya CV
  3. Senat membuat panduan
  4. Tabungan sebagai SKS
  5. Artifak sebagai SKPI

MOOC sebagai sumber belajar dan benchmarking bagi mahasiswa serta dosen :edX, cursera, future learn

  1. Menjadi mata kuliah pilihan bagi mahasiswa
  2. Sumber materi pembelajaran kelas dunia dan termutakhir
  3. Tambahan value dalam bentuk sertifikat kelulusan
  4. Diimplementasikan dalam bentuk blended learning

Kerjasama industri

  1. MOU harus bersifat mengikat karena adanya mutual benefit langsung (simbiosis mutualisma)
  2. Kolokium diselenggarakan dalam format “industri bertanya, kampus menjawab” – yang melibatkan dosen serta mahasiswa
  3. Kunjungan industri adalah kegiatan rutin kampus per-semester
  4. Kampus aktif dalam asosiasi industri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.